Skip to main content

Posts

Tempat Cinta yang Seharusnya

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah.

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga hanya disanalah tempat terjauh yang bisa digapai.

Tapi barangsiapa yang meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya, wangi memesona.

*Tere Liye

Card title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Sapiente esse necessitatibus neque.

Card title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Explicabo magni sapiente, tempore debitis beatae culpa natus architecto.

Card title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Sapiente esse necessitatibus neque.

Card title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Explicabo magni sapiente, tempore debitis beatae culpa natus architecto.

Recent posts

Seperti Sepotong Intan

Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya.

Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh.

-- novel aksi Negeri Di Ujung Tanduk, Tere Liye

Asumsi Perasaan

Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.
— Tere Liye. Novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Daun yang Jatuh

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

--novel "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", Tere Liye